Networking, Opensource and Experience

top line

Dunia Anak dan Tukang Odong-Odong

Pada tau odong-odongkan,? Sebuah kendaraan yang menyerupai becak, memiliki kayuh ganda, dan full musik lagi. Saya yakin sobat semua tau, mengingat odong-odong adalah permainan yang sudah cukup dikenal luas diberbagai daerah #kecuali kampung saya gak adatuh odong-odong. Odong-odong bisa digolongkan mainan yang cukup murah dan menghibur bagi anak-anak, bagai mana tidak hanya dengan beberapa ribu rupiah saya sudah bisa main untuk 1 lagu jangan remehkan permainan odong-odong, anak-anak yang naik
odong-odongpun memiliki ekspresinya tersendiri ketika naik odong-odong ini, mule dari, takut, senang, nangis karena gak sabar nunggu dilarannya, adan yang paling parah gak mau turun dari odong-odong, padahal kaki siabangya udah keram mengayuh odong-odongya #namanya juga anak-anak.
Berbagai lagu anak-anak terdengar ceria, dari lagu sepanjang masa;
Ular naga panjangnya bukan kepalang,,
berganti dengan
Aku anak gembala..
lagu berikutnya menyusul
Abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beli..
Itulah beberapa lagu yang sering dimainkan abang, odong-odong untuk menghibur anak-anaka kecil yang sedang naik odong-odongnya.
Lagu anak-anak sudah hilang
Kontras terlihat jika dibandingkan dengan pada saat ini, dimana space dunia anak seolah-olah tergusur oleh hal-hal lain yang lebih bersifat komersil.
Sehingga anak-anak zaman sekarang lebih fasih menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, padahal umur mereka baru 7 tahun tapi sudah hafal lagu-lagu perselingkuhan, haduh #nepok jidat, gimana waktu dewasa nanti kalaw kecilnya saja udah begitu.
Bagai mana hal ini tidak terjadi, dari pagi sampe malam mereka dicekoki dengan lagu-lagu orang dewasa trus, dan artis-artis cilik yang bertaburan dilayar televisipun tidak berarti apa-apa, toh lagu yang mereka nyanyikan tidak 100% pure lagu anak-anak, hanya sairnya saja yang dicocok-cocokkan.
Kurangnya tontonan berkualitas
Jjujur harus diakui saat sekarang, anak-anak lebih sering menghabiskan harinya didepan layar televisi. Namun sangat disayangkan space untuk dunia anak ditelevisi khususnya Indonesia sudah sangat kurang, bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Jikalaupun ada film kartun, itupun hanya serial kartun yang sebenarnya bukan diperuntukkan bagi anak-anak prasekolah, dan sebagian lagi bahkan merupakan film dewasa yang dikartunkan.
Setidaknya masih ada
Ya, setidaknya masih ada penyelamat dunia anak, yang masih terus berusaha memberikan hiburan bagi anak-anak kecil, mungkin kita menganggap remeh profesinya, tapi secara tidak langsung dia adalah Hero bagi dunia anak.
Trimakasih abang Odong-odong.

Zikrillah

An ordinary person who use a keyboard to print a word on his screen, "an experienced keyboard user".

3 comments :

Ely Meyer said...

sy hy bisa membayangkan ttg odong odong krn blom tahu ujud nyatanya

sayang ya kalau anak2 di sana nggak byk punya pilihan acara TV buat anak2

di sini ada channel TV khusus buat anak anak

Gunawank said...

Terkadang kasihan anak sekarang, mereka harus menyanyikan lagu orang dewasa yang disamping nadanya dan iramanya tidak sesuai apalagi isi naskah/lagunya.

Salam kenal,
by:http://gunawank.wordpress.com/category/kisahku/

Kak Zepe Lagu2anak.blogspot.com said...

Hai..blognya keren lho...saya udah baca beberapa konten...
salam kenal..nama saya Kak Zepe.
Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
Khususnya tentang lagu anak-anal..
Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
Ada di

http://lagu2anak.blogspot.com

Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
Salam cinta lagu2anak…

Post a Comment

Leave a Comment...